Senin, 19 Maret 2012

MENGELOLA PERUSAHAAN BISNIS


MENGELOLA PERUSAHAAN BISNIS
1.      Pengertian manajer
Dalam mengelola suatu perusahaan bisnis diperlukan adanya seorang manajer baik itu perusahaan kecil,menengah ataupun besar.pengertian manajer itu sendiri adalah seseorang yang bertanggung jawab atas kinerja karyawannya yang kerjanya mengembangkan strategi, rencana taktis,menganalisa lingkungan persaingan mereka dan merencanakan,mengarahkan,serta mengontrol operasi sehari-hari. hal ini bertujuan untuk membantu seorang manajer untuk mengambil keputusan.

·        Menetapkan sasaran dan merumuskan strategi
Sasaran adalah tujuan yang diharapkan untuk dicapai suatu bisnis.sedangkan strategi adalah peangkat luas rencana organisasi untuk mengimplementasikan keputusan yang diambil demi mencapai tujuan organisasi.jenis-jenis strategi:
a.       Strategi perusahaan (corporate strategy)
       bertujuan untuk menetapkan keseluruhan sikap perusahaan terhadap pertumbuhan dan cara perusahaan mengelola bisnis atau lini produknya.
b.      Strategi bisnis atau strategi persaingan
        Strategi yang berlangsung pada tingkat unit bisnis atau lini produk yang berfokus pada peningkatan posisi kompetitif perusahaan.
c.       Strategi fungsional
         Strategi yang digunakan manajer dibidang khusus untuk memutuskan cara terbaik mencapai tujuan perusahaan melalui produktivitas.


·        Menetapkan sasaran bisnis
    Tujuan penetapan sasaran organisasi berfungsi secara sistematis karena organisasi itu menetapkan sasaran dan rencananya.organisasi berfungsi seperti itu karena melibatkan sumber dayanya pada seluruh tingkatan untuk mencapai sasarannya.secara khusus kita akan mengidentifikasikan empat maksud utama penetapan sasaran organisasi.
1.      Penetapan sasaran memberikan arah dan panduan bagi para manajer disemua tingkatan.
2.      Penetapan sasaran membantu perusahaan mengalokasikan sumber dayanya.
3.      Penetapan sasaran membantu membangun budaya perusahaan.
4.      Penetapan sasaran membantu manajer menilai kinerjanya.

·        Macam-macam sasaran
            Sasaran akan berbeda-beda untuk setiap perusahaan,tergantung alasan hidupnya sendiri.setiap perusahaan juga memiliki suatu misi dan pernyataan bisnis(mission statement).pada banyak perusahaan,menejemen puncak menyusun dan mengedarkan pernyataan misi yang terperinci.karena pernyataan seperti itu mencerminkan pengertian aktivitas perusahaannya sebagi pemasar(marketer).
macam-macam sasaran perusahaan adalah:
1.      Sasaran jangka panjang
Sasaran yang ditetapkan untuk periode waktu yang lama,umumnya lima tahun mendatang atau lebih.


2.      Sasaran jangka menengah
Sasaran yang ditetapkan selama jangka waktu satu samapi lima tahun mendatang
3.      Sasaran jangka pendek
Sasaran yang ditetapkan untuk waktu yang dekat,biasanya kurang dari satu tahun.

·         Merumuskan strategi
Perumusan strategi adalah penciptaan program yang luas untuk menetapkan dan    mencapai sasaran organisasi.strategi bisnis membuat garis besar mengenai cara bisnis mencapai tujuannya dan memuat tanggapan organisasi terhadap tantangan dan kebutuhan baru.perumusan strategi melibatkan tiga tahap,yaitu:
1.      Menetapkan sasaran strategis
sasaran strategis merupakan sasaran jangka panjang yang langsung berasal dari pernyataan misi perusahaan.setelah tujuan strategis ditetapkan,organisasi biasanya menempuh proses yang disebut SWOT ketika mereka terus merumuskan strategi mereka.proses ini mencakup penilaian kekuatan (strength),kelemahan (weakness),peluang (opportunity) dan ancaman (threat).
2.      Menganalisis organisasi dan lingkungannya
Analisis lingkungan adalah proses pemindaian lingkungan bisnis segala ancaman dan peluang.perubahan selera konsumen dan perlawanan usaha pencaplokan oleh perusahaan pesaing merupakan ancaman,seperti juga peraturan pemerintah yang baru.sementara itu peluang mencakup bidang-bidang yang berpotensi untuk diperluas,dikembangkan,atau dimamfaatkan perusahaan dengan kekuatan yang ada saat ini.selain analisis lingkungan,yang merupakn analisa faktor-faktor eksternal ,para manajer juga harus memeriksa faktor-faktor internal.tujuan analisis organisasi adalah untuk lebih memahami kekuatan dan kelemahan perusahaan.
3.      Menyesuaikan organisasi dengan lingkungannya
Merupakan langkah terakhir dalam perumusan strategi.proses ini merupakan jantung dari perumusan strategi.lebih dari strategi apapun,menyesuaikan perusahaan dengan lingkungannya merupakan dasar keberhasilan perencanaan dan pelaksanaan bisnis.

Perencanaan dapat dilihat pada tiga tingkatan yaitu strategis,taktis,dan operasional.
a.       Rencana strategis
Rencana yang mencerminkan keputusan mengenai alokasi sumber daya,prioritas perusahaan,dan tahap –tahap yang dibutuhkan untuk mencapai sasaran strategis.
b.      Rencana taktis
Rencana jangka pendek yang berhubungan dengan penerapan aspek spesifik dari rencana strategis perusahaan.
c.       Rencana operasional
Rencana yang menetapkan target jangka pendek untuk kinerja harian,mingguan,atau bulanan.

·        Perencanaan kongtingensi dan manajemen krisis
Dua metode umum untuk mengatasi hal-hal yang tidak diketahui dan tidak diprediksi adalh rencana kontingensi dan manajemen krisis.rencana kontingen adalah mengidentifikasi aspek-aspek penting bagi bisnis atau lingkungannya yang mungkin memerlukan perubahan strategi.sedangkan manajemen krisis adalah metode organisasi dalam menghadapi keadaan darurat.

2.      Proses manajemen
Manajemen adalah proses perencanaan,pengorganisasian,pengarahan,dan pengawasan sumber daya organisasi dalam rangka mencapai sasarannya.fungsi manajemen dibagi menjadi dua yaitu:
*Menurut para ahli
a.       HENDRY FAYOL
- perencanaan (planning)
- pengorganisasian (organizing)
-pemberian komando (commanding)
-pengordinasian (coordinating)
- pengawasan (controling)\
b.      GEORGE ROBERT TERRY (G.R.TERRY)
-          Perencanaan (planning)
-          Pengorganisasian (organizing)
-          Penggerakkan (actuating)
-          Pengawasan (controling)
c.       HAROLD KOONTZAND
-          Planning
-          Organizing
-          Penyediaan tenaga kerja (staffing)
-          Pengarahan atau bimbingan (directing)
-          Pengawasan (controling)

d.      LUTHER M.GULLICK
-          Planning
-          Organizing
-          Staffing
-          Directing
-          Coordinating
-          Reporting (pelaporan)
-          Budgeting (pelanggaran)

e.       S.P SIAGIAN
-          Planning
-          Organizing
-          Motivating
-          Controlling
-          Evaluating(penilaian)

*secara umum
a. perencanaan ,adalah proses manajemen yang menetapkan apa yang harus                                                                                                                       dilakukan organisasi dan bagaimana sebaiknya melakukannya.
b. pengorganisasian,adalah proses manajemen yang menetapkan cara terbaik dalam mengatur sumber daya dan aktivitas organisasi menjadi struktur yang logis
c. pengarahan,adalah proses manajemen yang memandu dan memotivasi karyawan untuk mencapai sasaran organisasi
d. pengawasan,adalah proses manajemen yang memonitor kinerja organisasi untuk memastikan bahwa sasarannya dapat tercapai.

3.Tipe-tipe manajer
* Tingkatan manajemen
a.       Manajer puncak (top manager),adalah manajer yang bertanggung jawab kepada dewan direksi dan pemegang saham atas keseluruhan kinerja dan efektivitas perusahaan
b.      Manajer menengah (middle manager),adalah manajer yang bertanggung jawab mengimplementasikan strategi,kebijakan,dan keputusan yang dibuat oleh manajer puncak.
c.       Manajer lini pertama (first line manager),adalah manajer yang bertanggung jawab dalam menyelia pekerjaan karyawan.

*Bidang- bidang manajemen
      
1.      manajer sumber daya manusia
            sebagian besar perusahaan memiliki manajer sumber daya manusia untuk     merekrut,menerima dan melatih karyawan,mengevaluasi kinerja dan menentukan besarnya kompensasi.


2.       manajer operasi
            manajer operasi bertanggung jawab pada produksi,inventori dan pengawasan kualitas.istilah operasi mengacu pada sistem yang digunakan oleh perusahaan yang memproduksi barang dan jasa.
3.      Manajer pemasaran
Manajer pemasaran bertanggung jawab menyampaikan produk-produk dari produsen ke konsumen.
4.      Manajerr informasi
Manajer informasi merancang dan menerapkan sistem untuk menggabungkan, mengorganisasi dan mendistribusikan informasi.
5.      Manajer keuangan
Manajer yang bertanggung jawab atas perencanaan dan pengawasan fungsi akuntansi dan sumber –sumber keuangan.
6.      Manajer-manajer lain
Beb erapa perusahaan juga mempekerjakan para manajer khusus seperti manajer humas,manajer penelitian dan pengembangan.

4.Dasar keterampilan manajemen
a.keterampilan teknis,adalah keterampilan yang melaksanakan tugas khusus.
b.keterampilan hubungan manusia,adalah keterampilan untuk memahami dan bekerja    sama dengan orang lain.
c.keterampilan konseptual,adalah keterampilan untuk berfikir secara abstrak,mendiagnosa dan menganalisis situasi yang berbeda serta melihat jauh kedepan.
d. keterampilan pengambilan keputusan
keterampilan dalam menentukan masalah dan memilih tindakan yang terbaik.

Dalam mengambil keputusan manajer tiga tahap,proses tersebut adalah:
1.      menentukan permasalahan,mengumpulkan fakta-fakta dan mengidentifikasi alternatif penyelesaian.
2.      mengevaluasi masing-masing alterbatif dan memilih alternatif terbaik.
3.      mengimplementasikan alternatif yang dipilh,meninjaunya secara berkala,dan mengevaluasi efektivitas pilihan tersebut.

5.keterampilan pengelolaan waktu
            Adalah keterampilan yang berkaitan dengan penggunaan waktu secara produktif.untuk mengelola waktu secara efektif,para manajer harus memperhatikan empat penyebab utama pemborosan waktu :
1.      Administrasi
2.      Telepon
3.      Rapat
4.      Email


6.keahlian manajemen untuk abad ke-21
            Seiring abad ke-21 banyak ahli mengemukakan semakin pentingnya keterampilan yang melibatkan manajemen global dan teknologi :
1.      Keterampilan manajemen global
Para manajer perlu membangun wawasan terhadap pasar asing,perbedaan budaya ,serta motif dan praktek persaingan dari luar negri.selain itu,penempatan diluar negri membantu manajer untuk lebih siap menghadapi kompetisi internasional.
2.      Keterampilan manajemen dan tekhnologi
Bentuk tekhnologi baru telah ditambahkan sehingga meningkatkan kemampuan manajer untuk memproses informasi,dan juga menjadi hal penting untuk mengorganisasikan dan menterjemahkan seabrek informasi yang masuk.tekhnologi juga ulai mengubah cara para manajer berinteraksi dalam membentuk struktur perusahaan.

5.      Manajemen dan budaya perusahaan
Budaya perusahaan adalah pengalaman,kisah,keyakinan,dan norma-norma bersama yang mencirikan suatu organisasi.beberapa budaya sangat menekankan keberhasilan finansian,apabila keberhasilan finansial menjadi inti suatu budaya,para pendatang akan cepat belajar bahwa mereka diharapkan untuk bekerja keras selama jam kerja yang panjang dan bahwa “pemenangnya”adalh mereka yang membawa penghasilan paling besar bagi perusahaan.


·        Mengkomunikasikan budaya dan mengelola perubahan
Dalam menggunakan budaya untuk kepentingan suatu perusahaan,para manajer harus menjalankan beberapa tugas,seluruhnya bergantung pada komunikasi yang efektif.jadi,komunikasi merupakan salah satu tujuan pelatihan dan pengarahan pandangan baru.
Selain itu organisasi kadang-kadang mengubah budaya mereka.menurut CEO beberapa perusahaan yang telah mengalami perubahan dalam dekade terakhir ini biasanya melalui tiga tahap:
a.       Pada tingkatan tertinggi,analisa lingkungan perusahaan menyoroti perubahan besar sebagai tanggapan yang paling efektif terhadap masalah yang dihadapi.
b.      Manajemen puncak mulai menyusun visi bersama bagi perusahaan baru.
c.       Perusahaan menetapkan sistem baru untuk menilai dan memberi kompensasi kepada para karyawannya yang menjalankan nilai-nilai baru.




MENGORGANISASIKAN PERUSAHAAN BISNIS
1.      Struktur organisasi
Struktur organisasi adalah spesifikasi pekerjaan yang harus dilakukan didalam organisasi beserta cara-cara mengaitkan pekerjaan satu dengan lainnya.Kita akan mendefenisikan struktur organisasi sebagai spesifikasi pekerjaan yang harus dilakukan di dalam organisasi beserta cara-cara pekerjaan satu dengan lainnya.
·        Faktor penentu organisasi
Banyak unsur yang bekerja sama dalam menentukan struktur organisasi ,yang paling utama adalah tujuan,misi,dan strategi organisasi.organisasi yang stabil dengan pertumbuhan yang sedang tentunya akan berfungsi baik dalam struktur yang berbeda.ukuran, tekhnologi,dan perubahan kondisi lingkungan juga dapat mempengaruhi struktur organisasi.disamping itu sebagian besar bisnis menyiapkan bagan organisasi yaitu diagram yang menggambarkan struktur perusahaan dan memperlihatkan posisi masing-masing karyawan dalam operasinya.garis-garis yang menghubungkan diagram tersebut disebut rantai komando yang menggambarkan hubungan,pelaporan didalam perusahaan.

·        Dasar-dasar pembentuk struktur organisasi
Tahap pertama dalam membangun struktur bisnis baik berskala besar maupun kecil adalah sebagai berikut:
a.       Spesialisasi:menentukan siapa yang akan mengerjakan apa.
Apabila keseluruhan pekerjaan dalam organisasi dibagi-bagi maka para pekerja dapat mengembangkan keahlian dalam pekerjaan mereka,dan para karyawan dapat lebih mengoordinasikan pekerjaan mereka dengan apa yang telah dilakukan oleh karyawan lain.dengan adanya pertumbuhan perusahaan maka bertambah pula kebutuhan untuk mengkhususkan pekerjaan-pekerjaan sehingga orang lain dapat mengkhususkan diri pada pekerjaan tersebut.spesialisasi juga memiliki keuntungan:
-          Pekerjaan yang telah dispesialisasi lebih murah dipelajari
-          Mempermudah manajemen untuk menggantikan orang-orang yang meninggalkan organisasi
b.      Departementalisasi (departmentalization) :menentukan bagaimana sebaiknya mengelompokkan orang-orang yang melaksanakan tugas-tugas tertentu. Departementalisasi membuat perusahaan dapat memperlakukan suatu departemen sebagai pusat laba,sebagai unit yang bertanggung jawab atas biaya dan labanya sendiri.secara umum departementalisasi dapat dibedakan berdasarkan lini pelanggan,produk,proses,geografis,atau fungsional(kombinasinya).
-          departementalisasi berdasar pelanggan(customer departmentalization)
setiap departemen memiliki sasaran kategori pelanggan tertentu,jadi membuat belanja menjadi lebih mudah melalui penyediaan segmen-segmen toko yang mudah dikenali.
-          Departemen talisasi berdasarkan produk(product departmentalization)
Membagi organisasi berdasarkan produk –produk atau jasa tertentu yang dihasilkan.
-          Departementalisasi berdasarkan proses (process departmentalization)
Yaitu membagi organisasi yang dibagi menurut proses produksinya.biasanya digunakan pada proses penciptaan suatu barang atau jasa.
-          Departementalisasi berdasarkan geografis(geographic departmentalization)
Yaitu organisasi yang dibagi atas daerah dinegara itu atau didunia yang mereka layani.umumnya ditemui pada perusahaan yang menangani utilitas.
-          Departementalisasi berdasarkan fungsi(functional departmentalization)
Perusahaan semacam ini biasanya mempunyai departemen produksi,penjualan dan pemasaran. Karena perbedaan bentuk departementalisasi memiliki mamfaat yang berbeda-beda perusahaan yang lebih besar cenderung menerapkan tipe departemen yang berbeda pula dalam berbagai tingkatan,sesuai dengan fungsi dan aktivitas.
·        Menetapkan hierarki pengambilan keputusan
Para manajer harus secara eksplisit menetapkan hubungan pelaporan antara posisi/jabatan sehingga setiap orang akan mengetahui siapa yang bertanggung jawab pada berbagai keputusan dan operasi. Tujuannya adalah untuk mengetahui cara menyusun dan memantapkan kerangka kerja organisasi sehingga setiap orang bekerja bersama-sama untuk meraih tujuan bersama. Pada umumnya ,perkembangan hierarki dihasilkan dari proses tiga tahap:
-          Menetapkan tugas-tugas :tanggung jawab dan wewenang
Menentukan  siapa yang dapat membuat keputusan dan membuat perincian bagaimana seharusnya tugas itu dilaksanakan. Tanggung jawab (responsibility)adalah keputusan yang diperlukan untuk menyelesaikan tugas tersebut.sedangkan wewenang(authority)adalah kekuasaan mengambil keputusan yang diperlukan untuk menyelesaikan tugas tersebut.

-          Melaksanakan tugas-tugas :delegasi dan akuntabilitas
Mengimplementasikan  keputusan yang telah diambil. Masalah akan timbul apabila tingkatan tanggung jawab dan wewenang yang sesuai tidak secara jelas dijabarkan dalam hubungan kerja antara manajer dan bawahannya. Disini  permasalahannya terletak pada delegasi(delegation) dimulai ketika manajer memberikan tugas ke bawahannya,dan akuntabilitas(accountability)berpindah ke bawahan,yang kemudian harus menyelesaikan tugas tersebut.

Rasa takut dalam proses pendelegasian
Para ahli mengemukakan beberapa alasan sukarnya bagi manajer bisnis kecil melakukan pendelegasian secara efektif:
1.      Perasaan bahwa keryawan tidak perbah dapat melakukannya sebaik anda
2.      Rasa takut bahwa sesuatu tidak akan berjalan dengan baik apabila seseorang mengambil alih tugas anda
3.      Kurangnya waktu untuk perencanaan jangka panjang karena anda terpaku pada operasi sehari-hari.
4.      Perasaan tidak mengetahui tren industri dan produk-produk pesaing karena waktu anda sepenuhnya untuk operasi sehari-hari.
Untuk mengatasi kecenderungan itu,para pemilik bisnis kecil harus memulainya dengan cara mengakui bahwa mereka tidak akan pernah lagi melaksanakan seluruh pekerjaan dan bahwa mereka sebenarnya dapat berhasil dengan bantuan karyawan mereka apabila mereka belajar mendelegasikan tugas. Akan tetapi,masalah itu tidak selalu timbul dalam perusahaan kecil saja,perusahaan besar juga tidak banyak melakukan pendelegasian.
1.      Rasa takut bahwa bawahannya tidak benar-benar tahu cra melakukan pekerjaannya
2.      Rasa takut bahwa bawahannya akan “berlagak menjadi manajer”didepan bawahan lainnya karena melakukan pekerjaan dengan sangat baik.
3.      Keinginan untuk mempertahankan kontrol sebanyak mungikn mengenai cara pekerjaan dilakukan
4.      Kurangnya kemampuan mendelegasikan secra efektif ke pihak lain.
-          Mendistribusikan wewenang : sentralisasi dan desentralisasi
menentukan apakah organisasi akan bersifat tersentralisasi atau terdesentralisasi.
organisasi tersentralisasi kebanyakan wewenang pengambilan keputusan dipegang oleh manajer pada tingkatan yang lebih tinggi.

organisasi terdesentralisasi semakin besar perusahaan semakin banyaklah keputusan yang diambil.dengan demikian terdapat kecenderungan untuk menerapkan pola yang lebih terdesentralisasi.pada organisasi terdesentralisasi kebanyakan wewenang pengambilan keputusan didelegasikan keberbagai tingkatan manajemen dibawah manajemen puncak.

Organisasi tinggi dan datar,dengan relatif lebih sedikit lapisan manajemen (layers of management),perusahaan terdesentralisasi cenderung mencerminkan struktur organisasi datar(flat organizational structure). Sebaliknya,perusahaan dengan sistem wewenang tersentralisasi biasanya memerlukan beberapa lapisan manajemen dan demikian menjadi struktur organisasi tinggi.
Rentang kendali adalah jumlah orang yang diawasi oleh seorang manajer.rentang kendali bergantung pada banyak faktor.apabila manajer tingkat rendah diberi lebih banyak wewenang untuk mengambil keputusan,maka pekerjaan yang harus dilakukan penyedia mereka akan berkurang karena beberapa keputusan yang sebelumnya diambil mereka dialihkan kepada bawahannya.para manajer itu kemudian akan mampu mengawasi dan mengkoordinasi pekerjaan yang dilakukan oleh lebih banyak bawahan,yang menghasilkan peningkatan rentang kendali.
Tiga bentuk wewenang:
1.      Wewenang lini (line authority)adalah struktur organisasi yang wewenangnya mengalir dalam rantai komando dari pucuk pimpinan perusahaan kebawahannya.sedangkan departemen lini adalah departemen yang berkaitan langsung dengan produksi dan penjualan produk tertentu.
2.      Wewenang staf (staff authority) adalah wewenang yang didasarkan pada keahlian dan biasanya berupa tugas memberikan nasihat kepada para manajer lini. Sedangkan anggota staf adalah penasihat dan penyuluh yang membantu departemen lini dalam mengambil keputusan tetapi tidak memilki wewenang  untuk membuat keputusan akhir.
3.      Wewenang komite dan kelompok (committee and team authority) adalah wewenang yang diberikan kepada komite atau kelompok kerja yang terlibat dalam operasional perusahaan sehari-hari.
·        Bentuk- bentuk dasar struktur organisasi
1.      Organisasi fungsional merupakan bentuk organisasi bisnis yang wewenangnya ditentukan oleh keterkaitan antara fungsi dan aktivitas kelompok.
2.      Organisasi divisional merupakan struktur organisasi dengan divisi-divisi korporasi beroperasi sebagai bisnis yang relatif bersifat otonom dibawah naungan korporasi yang lebih besar.  Organisasi yang menggunakan pendekatan ini biasanya memiliki beberapa produk mereka sendiri. Pimpinan setiap divisi bisa jadi adalah seorang wakil presiden atau jika organissi itu besar,adalah presiden divisional. Divisi dapat mempertahankan persaingan sehat diantara mereka sendiri dengan cara mensponsori kampanye iklan secara terpisah membantu pengembangan identitas korporasi yang berbeda dan sebagainya.
3.      Organisasi matriks merupakan strutur organisasi yang dibentuk berdasarkan kelompok-kelompok dan anggota kelompok melapor kepada dua manajer atau lebih. Di beberapa perusahaan,organisasi matriks merupakan alat ukur sementara yang digunakan untuk menyelesaikan sebuah proyek khusus dan hanya mempengaruhi satu bagian perusahaan.
4.      Organisasi internasional merupakan pendekatan struktur organisasi yang dikembangkan untuk merespon kebutuhan memproduksi,membeli,dan menjual di pasar global.      
Desain organisasi abad ke-21
·        Organisasi tanpa batas (boundaryless organization) adalah organisasi yang meminimalkan atau menghilangkan batasan-batasan dan struktur tradisional.
·        Organisasi tim (team organization) adalah oraginisasi yang sepenuhnya bergantung pada tim bertipe proyek,dengan sedikit atau tanpa hierarki fungsional mendasar.pada saat suatu unit atau kelompok menjadi terlalu besar dia membaginya menjadi beberapa unit yang lebih kecil.strategi itu menyebabkan setiap unit dapat mengubah arah,mencari gagasan baru,dan mencoba metode baru tanpa harus berurusan dengan struktur yang sangat birokratis.
·        Organisasi maya (virtual organization)adalah organisasi yang memiliki sedikit atau tanpa struktur formal. Biasanya organisasi itu mempunyai beberapa karyawan tetap,staf dalam jumlah terbatas dan fasilitas administrasi  sederhana.pada waktu keperluan organisasi berubah,para manajernya mempekerjakan pekerja sementara,menyewa fasilitas,dan mengambil jasa-jasa pendukung dari luar organisasi untuk memenuhi permintaan berbagai situasi yang khas.apabila situasinya berubah,pekerja sementara juga akan berubah dengan beberapa orang meninggalkan organisasi itu dan pekerja lainnya masuk.fasilitas dan jasa yang disubkontrakkan juga berubah. Dengan kata lain organisasi maya hanya ada untuk menanggapi kebutuhannya sendiri.
·        Organisasi pembelajaran (learning organization) adalah organisasi yang bekerja mengintegrasikan pengembangan berkelanjutan melalui pembelajaran dan pengembangan karyawan secara berkesinambungan. Dalam pengertian yang lebih khusus,organisasi pembelajaran dan pengembangan pribadi sepanjang hidup seluruh karyawan sambil secara kontinu mengubah dirinya supaya mempu mengikuti perubahan permintaan dan kebutuhan
·        Organisasi informal adalah jaringan kerja interaksi sosial sehari-hari diantara karyawan perusahaan yang tidak berkaitan dengan struktur wewenang formal perusahaan itu.
1.      Sistem organisasi formal versus informal
Organisasi formal suatu bisnis merupakan bagian yang dapat dilihat dan digambarkan dalam bentuk bagan. Namun,keseluruhan struktur perusahaan sama sekali tidak terbatas pad bagan organisasi dan pemberian wewenang secara formal. Di dalam organisasi informal,interaksi sosial antar karyawan lebih penting daripada pekerjaan dan hubungan antar pekerjaan formal. Sisi negativenya organisasi informal dapat juga menimbulkan kebijakan kantor yang menempatkan kepentingan pribadi diatas kepentingan perusahaan.
2.      Kelompok informal
Adalah sekelompok yang saling berinteraksi,mereka mungkin  saja merupakan orang-orang yang bekerja sacara formal atau hanya berkumpul untuk makan siang selama istirahat atau setelah jam kerja.
3.      Jaringan komunikasi informal
Merupakan alur komunikasi informal yang terjadi dalam seluruh organisasi. Jaringan komunikasi informal ditemukan diseluruh organisasi tak terkecuali,tetapi jaringan tersebut tidak mempunyai pola yang serupa dengan jaringan wewenang dan komunitas formal.
4.      Intrapreneuring
Intrapreneuring menciptakan dan mempertahankan inovasi dan fleksibilitas lingkungan bisnis kecil di dalam batas struktur organisas yang besar dan birokratis. Akan tetapi,sewaktu bisnis itu semakin berkembang inovasi dan kreativitas cenderung menjadi korban dari kiprah perusahaan untuk meraup lebih banyak penjualan dan laba.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar